First Diet Ever: Diet Mayo

Sejak melahirkan Boru pada tahun 2014 dan memberikan ASI selama 2 tahun, akhirnya pada tahun 2016 ini, saya mencoba untuk diet!! Habis badan rasanya sudah nggak enak banget. Lemak sisa melahirkan yang tidak luntur karena ASI bikin saya nggak percaya diri. Nggak tanggung-tanggung, yang dipilih langsung Diet Mayo. Padahal sebelumnya saya anti banget yang namanya diet-diet, apalagi yang proses dietnya harus bayar (ketahuan pedit memang…maklumlah namanya juga Menteri Keuangan dengan budget terbatas :)). Tapi berbekal bujukan maha dahsyat dari teman setim saya di kantor, saya sepakat untuk bersama-sama dengan empat teman di tim HRD untuk ikut diet mayo. Keuntungannya diet bareng-bareng adalah, kami dapat sama-sama menyemangati dan nggak ada ‘setan’ yang meracuni kami untuk menyerah.

Beruntung teman saya Uwie, sudah pengalaman sebelumnya, dan punya referensi katering diet mayo yang rasanya enak, bersih dan harganya cukup bersaing: Nutressa Catering. Berikut menu-menunya dari hari ke 1 s/d 5 . Minggu depannya menunya sama, dan pas weekend saya lupa foto. Menunya terdiri dari makaroni schotel atau nugget dan frozen vegetable. Semuanya mesti saya goreng (dengan olive oil) dan sayurnya perlu direbus dulu.

Diet mayo ada aturannya juga ya. Ini aturannya 

img-20160729-wa0001
Minggu pertama diet mayo masih terasa mudah, masih lapar-lapar sedikit dan lidah kelu karena kurang rasa, tapi kalau berhenti di tengah jalan sayang banget (masih ingat kan kalau saya pedit :)). Maka dengan penuh perjuangan, di minggu pertama berat badan saya turun 4 kg!

Minggu kedua justru terasa berat. Pasalnya, saya sudah bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja. Plus sepertinya saya mengalami kerinduan sangat dengan nasi padang, martabak, roti bakar dan semuanya. Saya rindu semua makanan enak! Namun, walau begitu masih dengan berbekal semangat nggak mau rugi, saya tetap bertahan dan akhirnya sampai di garis finish, 13 hari kemudian dengan berat badan turun 5,5 kg. Celana lama saya muat kembali, dan bahkan saya harus menambah lubang sabuk supaya bisa pas di perut 🙂

img-20160813-120012

After Effect Diet Mayo.

Kirain tuh bakal kemaruk dan lupa daratan ya setelah program berakhir, tapi ternyata tidak. Rupanya karena sudah terbiasa. Akhirnya makan sedikit saja saya sudah kekenyangan. Bagus juga. Tapi kalau ditanya apakah mau diet mayo lagi, NO WAY! Hayati lelah… Lebih baik saya menjaga makan saja, dan oh ya, diet mayo cuma bisa dilakukan 1 tahun sekali ya supaya efektif menurunkan berat badan. Ini penjelasannya.

~ Mami ~

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s